Powered By Blogger

Selasa, 08 Februari 2011

5 Makanan Pemicu Jerawat

Banyak faktor yang mampu menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah, yang tentu hal ini mampu membuat anda merasa kurang percaya diri. Selain itu, juga anda perlu untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh, karena hal tersebut juga dapat menimbulkan tumbuhnya jerawat. Untuk itu, bagi anda yang ingin bebas dari masalah jerawat ini, hindarilah beberapa makanan berikut ini.

Peningkatan kadar gula darah mempengaruhi kondisi hormonal yang pada akhirnya mengganggu fungsi kelenjar minyak di permukaan kulit.

Jenis-jenis makanan yang bisa memicu munculnya jerawat seperti dilansir Hubpages.com, Selasa (8/1/2011):

1. Makanan Berlemak

Terlalu banyak mengkonsumsi lemak akan menghambat transportasi oksigen dan nutrisi ke sel. Akibatnya, metabolisme terganggu sehingga kadar gula dalam darah akan mudah mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis. Pada saat terjadi peningkatan, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat.

2. Susu dan Produk Olahannya

Kandungan lemak dalam susu dan produk olahannya sangat tinggi sehingga efeknya terhadap jerawat sama seperti makanan berlemak. Es krim, keju dan sejenisnya termasuk produk olahan susu yang sebaiknya dihindari oleh pemilik wajah berjerawat. Selain itu, ada beberapa jenis susu yang diperah dari sapi betina yang sedang bunting. Jenis susu ini mengandung hormon tertentu yang di tubuh manusia akan diubah menjadi hormon dihydrotestosterone (DHT) penyebab jerawat.

3. Gula Olahan

Secara alami, gula terdapat di hampir semua makanan termasuk buah-buahan. Namun selama buah-buahan itu dimakan mentah-mentah, jenis gula yang dikandungnya adalah gula kompleks berupa serat dan karbohidrat yagn tidak terlalu meningkatkan kadar gula darah. Gula-gula tersebut baru akan menjadi masalah bagi jerawat jika sudah berubah ke bentuk yang lebih sederhana, melalui proses pengolahan. Gula pasir merupakan bentuk gula sederhana yang memicu jerawat dan banyak dipakai dalam permen maupun berbagai jenis kue.

4. Kafein5

Kopi, teh, minuman bersoda dan beberapa jenis obat penghilang rasa nyeri merupakan sumber-sumber kafein yang bisa memperparah jerawat. Salah satu efek karein adalah merangsang kelenjar adrenalin, sehingga bisa meningkatkan kadar stres yang merupakans alah satu faktor pemicu jerawat. Efek samping kafein yang lain adalah gangguan tidur, yang juga bisa memicu jerawat. Selain meningkatkan stres, kurang tidur juga menghambat proses pe,mulihan kondisi fisik dan mekanisme pembuangan racun yang terjadi di dalam tubuh.

5. Makanan Olahan

Sardin kalengan, baso awetan, sosis, nugget dan sejenisnya termasuk produk makanan olahan yang sering mengandung bahan tambahan termasuk pengawet. Bahan-bahan tersebut sulit dicerna oleh tubuh dan bisa memperparah radang pada jerawat yang sudah mengalami infeksi.

Kamis, 06 Januari 2011

PROBLEM
1.1. Latar Belakang Masalah
Apotek merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang obat-obatan diantara apotek-apotek yang ada di tanah air akan memacu setiap apotek untuk mengembangkan pelayanan terhadap para pelanggannya. Dengan peningkatan pelayanan yang ada pada setiap apotek, akan memberikan kepuasan tersendiri pada setiap pelanggan yang ada.
Jadi, untuk meningkatkan kwantitas obat maupun kwalitas pelayanan maka perlu mempelajari berbagai kelemahan-kelemahan pelayanan yang ada serta mulai memikirkan sesuatu yang akan dapat menunjang pelayanan kepada para pelanggan.
Kinerja karyawan dapat dimaksimalkan dengan sistem yang akan dapat menyediakan data secara cepat, melakukan koreksi secara tepat serta dapat menyediakan laporan secara cepat dan akurat sesuai dengan yang diinginkan oleh si pemilik apotek.
Untuk menghasilkan laporan harus menyusun satu per satu yang disebabkan belum adanya integrasi antar tabel, data – data yang ada masih memungkinkan adanya pengkodeaan yang sama sehingga akan sulit dalam melakukan pencarian.
Untuk itu di APOTEK FARMA dibutuhkan suatu perancangan basis data yang akan mampu mengatasi :
1. Disintegrasi data : misalnya yang semula antara data pelanggan dan data obat tidak terkoneksi.
2. Data redudansi : misalnya dalam satu tabel masih terdapat nomor pelanggan yang sama.
3. Data inkonsistensi : data tidak selalu tetap.

1.2. Pendahuluan
Sebuah apotek yang bernama “APOTEK FARMA” akan mengimplementasikan aplikasi basis data pada apoteknya. Sebagai apotek yang melayani langsung pelanggan obat, APOTEK FARMA melakukan pencatatan terhadap beberapa hal, yaitu :
1. Data Karyawan
2. Data Obat
3. Data Supplier
4. Data Pelanggan

Setiap pelanggan dapat membeli lebih dari satu jenis obat. Didalam suatu transaksi penjualan, seorang pelanggan hanya dilayani oleh seorang karyawan dalam beberapa transaksi penjualan.

Data karyawan secara lengkap seperti ditunjukkan dalam kartu tanda pengenal karyawan yaitu terdiri ID karyawan, nama, alamat dan status.
Data pelanggan secara lengkap ditunjukkan dalam kartu pelanggan yang terdiri dari ID pelanggan, nama dan alamat.

Data obat secara lengkap seperti ditunjukkan dalam kartu identifikasi obat yaitu terdiri ID obat, nama, jenis, harga dan stock.

Sedangkan data supplier deperti ditunjukkan dalam kartu supplier yaitu terdiri ID suplier, nama, alamat dan kota.

Langkah-langkah pembuatan E – R Diagram :
1. Identifikasi entitas dan atribut key untuk masing-masing entitas beserta atribut key adalah sebagai berikut:
• Karyawan: ID karyawan, nama, alamat dan status.
• Obat: ID obat, nama, harga dan stock.
• Supplier: ID supplier, nama, alamat dan kota.
• Pelanggan: ID pelanggan, nama, alamat, jenis kelamin, pekerjaan.
2. Identifikasi seluruh relasi
• Karyawan dengan obat relasinya menjual.
• Supplier dan obat relasinya supply.
• Pelanggan dan obat relasinya membeli.
• Karyawan dan pelanggan relasinya melayani
3. Identifikasi atribut non key (bukan kunci) pada entitas dan relasi
• Primary Key pada setiap entitas sebagai berikut:
1.Karyawan : Id karyawan
2.Obat : Id obat
3.Supplier : Id supplier
4.Pelanggan : Id pelanggan
• Non Primary Key pada setiap entitas sebagai berikut:
1. Karyawan : nama, alamat dan status.
2. Obat : nama, jenis, harga dan stock.
3. Supplier : nama, alamat, dan kota.
4. Pelanggan: nama dan alamat.
Pada basis data “APOTEK FARMA”, entitasnya adalah Karyawan, Obat, Supplier dan Pelanggan. Dan pada setiap entitas memiliki atribut baik sebuah primary key dan yang lain non primary key. Antarentitas memiliki sebuah relasi dan kardinalitasnya, itulah yang akan digunakan untuk membuat diagram E-R.
ENTITAS adalah data yang menunjukkan orang, tempat, benda ataupun kejadian yang akan disimpan dan digunakan dalam basis data serta bersifat independent.
ATRIBUT adalah karakteristik yang menjelaskan tentang entitas atau relationship. Atribut key adalah atribut yang dapat digunakan untuk membedakan objek satu dengan yang lainnya dan memiliki sifat unik.
RELASI adalah hubungan yang terjadi antara entitas yang satu dengan lainnya, dan bersifat dependent, minimai memiliki atribut-atribut kunci yang berasal dari entitas-entitas yang direlasikan.

ATURAN BISNIS
1.1. Kardinalitas
1. Karyawan dan obat: One to Many
2. Obat dan pelanggan: Many to Many
3. Obat dan supplier: ManytoMany
4. Pelanggan dan karyawan: One to One


MODIFIKASI E-R